Halaman

Jumat, 23 Maret 2012

Beda antar Cinta, Suka, dan Sayang


Dihadapan orang yang kau cintai,

Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kau sukai,

Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai

Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kau sukai,

Kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,

Matamu berkaca-kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,

Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,

Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kau sukai

Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.

Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu

berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu

yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu

rasa sayang…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah

berubah.

Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau

menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi

sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus

kehilangan.

Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......

Jumat, 16 Maret 2012

5 Hal yang Dikhawatirkan Remaja





Para orang tua mungkin heran mengapa anak tak bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Biasanya, anak pada usia remaja merasa tak nyaman untuk membicarakan masalahnya dengan orang dewasa. Mereka merasa orang dewasa tak akan mengerti apa yang sedang mereka alami. Remaja juga takut kena marah, dikritik, atau bahkan dihukum gara-gara masalah yang tengah dialaminya.

Vanessa Van Petten, penulis buku parenting You're Grounded! yang memiliki misi memperbaiki hubungan orangtua-anak ini membagi pengalamannya. Setiap kali Vanessa mewawancarai pelamar magang usia remaja, dia meminta mereka menjawab dua pertanyaan: Apa yang paling membuatmu khawatir? Bagian apa yang paling sulit dalam hidupmu?

Berikut adalah lima jawaban yang diperoleh Vanessa yang berguna bagi Anda, para orangtua, untuk memastikan anak remaja terhindar dan terlepas dari stres.

1. Interaksi Sosial

Para remaja seringkali butuh mengobrol dengan teman-temannya. Hal ini terkadang membuat mereka terobsesi pada hubungannya dengan teman, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Interaksi sosial, jalinan persahabatan dan pertemanan sangatlah penting bagi remaja. Mereka mencemaskan apakah mereka cukup populer, apa mereka cukup menarik dan menyenangkan, dan apa mereka menyinggung temannya.

Tip: Pastikan anak Anda memiliki teman dekat yang benar-benar dapat memberi dukungan dan interaksi, bukan hanya 1000 teman di Facebook yang tak ada wujud nyatanya. Beritahu dia perbedaan antara teman sekolah, teman di dunia maya, dan sahabat. Tambahkan bahwa ia sebaiknya memupuk pertemanan yang baik.

2. Sekolah

Walaupun para remaja stres tentang pekerjaan rumah, ujian, dan guru-guru di sekolah, bagian yang paling membuat stres adalah melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan, mengambil pelajaran yang tepat, dan mengembangkan kemampuan atau bakatnya.

Tip: Ajak anak untuk memperhatikan nilai akademisnya bersama-sama dengan Anda. Ia akan menjadi murid seperti apa? Berapa nilai minimal yang harus dicapainya untuk mewujudkan masa depan yang dia inginkan? Bantulah dia membuat tujuan dan batasan yang jelas, serta bimbinglah mengarahkan langkah yang harus ditempuhnya.

3. Masa Depan

Para remaja biasanya cukup bimbang dengan masa depannya. Mereka tak memahami akan jadi seperti apa masa depan mereka dan bahkan beberapa remaja tidak yakin bagaimana untuk mempersiapkannya.

Tip: Bimbingan sangatlah diperlukan saat usia labil. Tekanan yang dirasakan para remaja mungkin akan berkurang jika ia memiliki seseorang yang sukses sehingga dapat memotivasinya di bidang yang ia minati. Bila anak Anda belum bisa menentukan pilihan, carilah orang yang dapat menuntunnya, seperti bibi, paman, saudara sepupu, dan tentunya Anda sebagai orangtua.

4. Keuangan

Kriris ekonomi yang melanda telah membangkitkan kesadaran remaja terhadap kondisi keuangan keluarga mereka, yang tentunya berkenaan dengan masa depannya. Banyak remaja yang berusaha mencari pekerjaan sambilan untuk dapat menghidupi diri mereka sendiri. Selain itu, dengan berkembangnya film-film materialistis , remaja putri takut tak bisa mengimbangi pola hidup seperti teman-temannya.

Tip: Mulailah ajari anak Anda bagaimana mengelola uang dengan baik. Hal ini akan mengurangi beban pikirannya. Lalu, untuk pembelanjaan, pastikan ia tak akan lepas kontrol. Jika memberi kartu kredit, pilih yang berlimit, sehingga tak akan terjadi overspending.

5. Percintaan

Banyak cara yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan kegelisahan cinta yang dialaminya. Beberapa penasaran bagaimana rasanya dan apakah mereka akan merasakannya. Sebagian remaja akan mempertanyakan cinta orangtua mereka ketika mereka dihukum. Sedangkan yang lain akan menuntut lebih banyak cinta.

Tip: Orangtua selalu berpikir bahwa anak mereka tahu seberapa besar mereka mencintainya. Namun, tidak selamanya hal tersebut benar. Orangtua bukan hanya harus mengatakan ia menyayangi anaknya, tetapi juga harus menjelaskan apakah arti cinta atau sayang tersebut. Beritahu juga bahwa menyayangi pacar tidak selalu melibatkan kontak fisik. Pengetahuan tersebut akan membantu mereka merasa aman dan merasa diperhatikan.

Fakta Tentang Aktivitas Seksual Remaja



    Sebenarnya fakta ini tidak melulu soal remaja berusia di bawah 17 tahun, namun hingga dewasa muda usia di bawah 25 tahun. Jadikan fakta-fakta ini sebagai pengetahuan Anda untuk menjaga diri dan membantu para remaja wanita yang masih minim pengetahuan soal seks.
1. Empat dari sepuluh gadis remaja yang melakukan intercourse pertama di usia 13 atau 14 tahun rata-rata berakhir dengan perasaan tertekan, menyesal atau merasa tidak diinginkan.
2. Kemungkinan untuk hamil jika tidak menggunakan kondom akan lebih tinggi pada remaja daripada kelompok usia lainnya, yaitu sekitar 90%.
3. Hampir 30% dari semua kejadian hamil saat remaja berakhir dengan aborsi.
4. Bayi dari ibu yang masih remaja umumnya memiliki berat badan yang lebih rendah dan memiliki prestasi yang buruk di sekolah. Mereka lebih berisiko mengalami pelecehan dan tidak dihiraukan.
5. Memiliki anak saat masih remaja, di mana semuanya belum siap untuk kehadiran seorang anak akan berisiko mengakibatkan si anak menjadi kriminal 13% lebih besar dari normal pada laki-laki, dan juga mengikuti jejak ibunya untuk hamil di masa remaja sebesar 22% lebih besar dari normal pada gadis remaja.
6. Sebagian besar penyakit menular seksual dan juga infeksi HPV terjadi pada usia 15 hingga 24 tahun, karena pengetahuan yang kurang soal seks dan kebersihan diri.
Seks di usia remaja, penyakit menular seksual hingga aborsi adalah masalah remaja yang terjadi di belahan dunia mana pun. Fakta yang dikutip dari medindia ini kembali mengingatkan bahwa kehidupan seks remaja harus mendapat perhatian lebih dan harus dicari cara yang paling natural untuk membicarakan ini dengan putra-putri remaja Anda.

Kamis, 15 Maret 2012

Afiqah Ingin Jadi Putri Duyung

Afiqah

Afiqah Ingin Jadi Putri Duyung
Afiqah
    Siapa yang tak kenal Afiqah? Belakangan nama gadis mungil ini begitu heboh jadi perbincangan di jagad maya berkat aktingnya dalam iklan biskuit.Afiqah sama sekali tak percaya jika namanya akan sepopuler sekarang. Bahkan, ketika ditanya apakah dia ingin jadi artis, Afiqah menjawab, "Pengen jadi putri duyung. Tapi kemaren pengen jadi pemadam kebakaran. Kemarin lagi pengen jadi penjaga bensin dan ibu polisi. kalo artis nomer sekian," jawabnya riang.
Bocah kelahiran 6 Januari 2006 dari pasangan Erwin Andri Ibrahim dan Dina Walintukan bermain iklan baru setahun belakangan saat berusia lima tahun. "Pertama kali syuting iklan susu. Datang jam 6 pagi pulang jam 6 sore. Begitu iklannya keluar, ternyata jadinya rame-rame. Rambutnya doang kelihatan dari belakang," kata Erwin saat ditemui pada Jum'at malam (9/3).
Menurut Erwin, Afiqah dulu susah banget diajak casting. Bocah bernama lengkap Amanina Afiqah Ibrahim tersebut kaku dan tidak mau tersenyum. Hingga kemudian Erwin berinisiatif memasukkan Afiqah ke sekolah balet, agar bisa melihat senyumnya sendiri di kaca ruangan balet. "Sejak ikut balet dia mulai bisa senyum gaya. Castingnya baru dapat," aku bapak dua anak ini.
Afiqah sekarang sudah membintangi 4 iklan. Namun hanya iklan biskuit tersebut yang melambungkan namanya hingga setenar sekarang.

Kim Hyun Joong Jadi Duta PBB

Kim Hyun Joong

Kim Hyun Joong Jadi Duta PBB
Kim Hyun Joong ©Allkpop
    Aktor ganteng asal Korea, Kim Hyun Joong terpilih menjadi salah satu duta PBB. Pria tersebut bakal berpartisipasi dalam kampanye program PBB untuk Kesejahteraan Sosial Masyarakat Korea.
Aktor tersebut dikukuhkan sebagai duta dalam rangkaian proses inagurasi bertajuk UN‘s Korean Campaign on Contributions to Social Welfare, bertempat di Plaza Hotel, Seoul. Ia pun bakal bertugas untuk menebarkan harapan di antara masyarakat Korea.
Dalam salah satu foto, tampak aktor yang juga leader dari boyband SS501 tersebut berdiri dengan pemimpin partai yang berkuasa Saenuri, Park Geun Hye yang juga bibi dari penyanyi Eun Ji Won.

Kim Hyun Joong ©Allkpop
Sebelumnya beberapa bintang Korea lain juga pernah bekerja bersama PBB. Sebut saja aktor Won Bin yang menjadi perwakilan UNICEF, serta Donghae dan Seohyun yang mengeluarkan single untuk UNICEF. Selain itu member 2PM, Junho merelakan liburan pertamanya setelah 6 tahun, untuk menjadi volunteer PBB dalam program amal di Ethiopia.

Sepupu Kate Middleton Bugil di New York!

Kate Middleton

Sepupu Kate Middleton Bugil di New York!
Katrina Darling @ thesun.co.uk
     Bukan rahasia lagi bahwa Kate Middleton memang memiliki sepupu yang berprofesi sebagai penari striptis. Kini gadis bernama Katrina Darling benar-benar mengguncang kota New York dengan aksi bugilnya di sebuah nightclub.Seperti dilansir dari Dailymail, gadis berusia 21 tahun tersebut berhasil membuat publik terpukau dengan tarian yang bertajuk God Save the Queen tersebut. Dengan gayanya yang menggoda, pengunjung yang hadir di Soho nightclub pada Selasa (13/3) malam pun dibuat terpesona dengan kecantikannya.
Memang tak hanya kecantikannya saja yang memukau publik malam itu. Pertama tampil, Katrina tampil dengan busana merah yang dipadu dengan sarung tangan panjang warna emas. Mahkota kecil yang bertengger di atas kepalanya pun memperkuat kesan ratu dalam dirinya.
Sedikit demi sedikit, Katrina pun melepaskan pakaian yang dikenakannya. Publik pun terus dibuat penasaran, sampai akhirnya tidak ada apapun yang melekat di tubuhnya selain mahkota di atas kepalanya. Gadis tersebut hanya menutup puting dada dan bagian kewanitaannya dengan lembaran stiker bergambar mahkota.

Katrina Darling @ Dailymail.co.uk
Katrina Darling sendiri adalah sepupu jauh Kate dari nenek mereka. Sebelumnya, keduanya belum pernah bertemu atau saling kenal. Katrina baru tahu kalau dia masih punya hubungan dengan Kate setelah wanita yang bergelar Duchess of Cambridge tersebut menikah dengan Pangeran William.
"Aku mau lepas baju, tapi aku tak akan menyerahkan sesuatu yang harusnya kujaga untuk seseorang," demikian prinsip yang pernah diungkapkan Katrina.

Ancaman Pembantaian 'Emo' Masih Beredar di Irak


Ancaman Pembantaian 'Emo' Masih Beredar di Irak
Ilustrasi @foto: www.wallsave.com
     Pembantaian keji terhadap remaja berdandan emo yang dilakukan di Irak benar-benar mengejutkan dunia internasional. Hingga kini, remaja-remaja di Irak masih dihantui rasa takut setelah muncul sebuah selebaran yang mengancam keselamatan mereka.Seperti yang diberitakan sebelumnya, setidaknya 14 remaja telah dirajam hingga tewas dalam tiga minggu terakhir di Irak. Seolah terdapat peraturan tak tertulis, para militan Syiah terus memburu remaja beratribut emo, yakni bercelana jeans ketat, kaos dengan logo-logo band tertentu dengan paduan rambut 'miring'.
14 mayat 'anak emo' telah dibawa ke 3 rumah sakit berbeda di Baghdad Timur setelah dihantam dengan batu dan batu bata hingga mati. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan resmi tentang identitas korban setelah mendapat larangan dari pihak berwenang.
Menurut salah seorang dokter dari rumah sakit Al Kindi, sebagian korban meninggal setelah mendapat pukulan yang sangat keras di bagian tengkorak. "Minggu lalu saya menandatangani sertifikat kematian tiga remaja. Alasan kematiannya jelas, patah tulang tengkorak yang parah. Sebuah pukulan yang sangat keras yang benar-benar menghancurkan tengkorak korban," tutur salah seorang dokter yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Teror ini ternyata tidak berhenti hingga di situ. Di Kota Sadr, selebaran-selebaran ancaman telah beredar beberapa hari lalu. Bahkan para militan telah merilis 24 nama yang siap untuk mereka jadikan korban selanjutnya.
"Ini peringatan keras bagi kalian, para wanita dan pria cabul. Jika kalian tidak meninggalkan kegiatan kotor ini dalam 4 hari maka hukuman Allah akan turun kepada kalian dari tangan para Mujahidin," tulis brosur selebaran tersebut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Irak menganggap 'anak emo' sebagai fenomena satanisme yang menyebar melalui sekolah. "Mereka mengenakan pakaian ketat yang bergambar tengkorak, peralatan sekolah bergambar tengkorak dan anting di hidung dan lidah mereka serta gaya aneh lainnya," ujarnya.
Meski begitu, Menteri Dalam Negeri Irak membantah pembantaian yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan fenomena 'emo'. Menurutnya pembantaian tersebut murni karena unsur balas dendam, sosial atau kriminal.
"Banyak media melaporkan berita tentang fenomena yang disebut emo. Cerita tentang puluhan remaja tewas dalam berbagai cara termasuk dirajam. Tapi dari kasus pembunuhan yang kami catat, tidak ada kasus yang berkaitan dengan emo. Semua kasus yang tercatat adalah tentang balas dendam, sosial dan kriminal,"
Emo merupakan kependekan dari kata dalam bahasa Inggris, Emotional yang kemudian erat berkaitan dengan sebuah aliran musik. Bila dirunut ke belakang, banyak pengamat musik menilai emo merupakan turunan dari musik hardcore punk.

Dandan Ala Emo, Remaja di Irak Dihukum Mati


Dandan Ala Emo, Remaja di Irak Dihukum Mati
Emo
    Pengekangan dalam kebebasan untuk mengekspresikan diri ternyata masih terjadi di beberapa tempat. Seperti halnya di Irak, para remaja yang rata-rata masih pelajar dibunuh lantaran berdandan dengan gaya rambut aneh dan pakaian ketat mengacu pada gaya emo yang populer di barat.
Tak kurang dari 14 remaja dibunuh di Baghdad dalam kurun waktu 3 minggu ini dengan munculnya kampanye yang diluncurkan polisi moral atau militan Shia. Mengenaskannya, 14 remaja tersebut dihukum dengan cara dilempari dengan batu hingga meninggal.
Para militan akan memburu para remaja yang sudah menjadi sasaran mereka dan tak segan untuk membunuh apabila mereka tidak mengganti pakaiannya. Pembunuhan ini terjadi sejak Menteri Dalam Negeri Irak menaruh perhatian terhadap budaya emo yang masuk ke dalam Irak akhir bulan lalu. Mereka juga meminta polisi untuk mencap budaya ini sebagai satanisme.
Menurut Hana Al Bayaty dari Brussels Tribunal bahwa remaja yang tewas lebih dari 14. Diperkirakan 90 atau 100 remaja yang meninggal akibat hukuman yang dijatuhkan oleh polisi moral.
Kejadian ini sendiri mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak. Mereka menilai bahwa pemerintahan Irak terlalu serius dalam menghadapi hal tersebut. Bagi mereka hal ini tidak adil, hanya lantaran memakai jeans buatan Amerika serta memotong rambutnya ala remaja di Barat, mereka harus menghadapi hukuman yang berat. (dmc/faj)
SELEBARAN ANCAMAN PEMBANTAIAN 'EMO' MASIH BEREDAR DI IRAK   

Pembantaian Emo, Pemerintah Irak Tuding Al-Qaeda

BERITA


Pembantaian Emo, Pemerintah Irak Tuding Al-Qaeda
ilustrasi: @foto: emohaircutstylis.com
         Pemerintah Baghdad menyangkal keras dugaan keterlibatan mereka atas pembantaian terhadap anak-anak muda yang berdandan emo. Dandanan emo ini, dianggap merupakan bentuk pemujaan setan. Sebuah pertemuan digelar dengan mengajak serta semua petinggi departemen keamanan negara.
Direktur komite, Abdul Karim al-Thareb mengatakan, "Al-Qaeda, setelah gagal mengacaukan keamanan, sekarang menyebarkan ketakutan masyarakat. Mereka ingin menggagalkan penyelenggaraan KTT Liga Arab di Baghdad."
Seperti yang dijadwalkan, KTT Liga Arab akan diselenggarakan di Baghdad pada 26-29 Maret 2012. Ditambahkan, walaupun Kementerian Dalam Negeri mengakui banyak remaja terbunuh beberapa minggu terakhir, namun ia bersikeras mereka adalah pelaku kriminal, tidak berhubungan dengan kultur emo.
Isu ini segera menjadi isu internasional. Media ramai melaporkan adanya pembantaian remaja yang berdandan ala emo. Mereka diculik dan disiksa oleh kelompok militan di Baghdad. Kini masyarakat dilanda ketakutan akan berulangnya kekerasan massal dari kelompok bersenjata api.
Dikabarkan ada lebih dari 15 mayat ditemukan. Bersamaan, timbul spekulasi jumlah korban sudah lebih dari 100 orang setelah pejuang hak-hak manusia Hanaa Edwar menyatakan kepada surat kabar Al-Mada, jumlah korban sebenarnya 85 orang.
Media tersebut menyatakan, rangkaian pembunuhan ini mulai terjadi sejak Kementrian Dalam Negeri Irak menyoroti budaya emo yang terus berkembang, sekitar sebulan yang lalu. Pihak kementrian menyebut gerakan ini 'satanisme' dan memerintahkan polisi untuk segera menghentikannya. Sayangnya, belakangan beredar sebuah pernyataan resmi berisi penyangkalan pihak kementrian atas aksi pembantaian ini.


Lirik Lagu Avril Lavigne - Innocence

Waking up I see that everything is ok
The first time in my life and now it's so great
Slowing down I look around and I am so amazed
I think about the little things that make life great

I wouldn't change a thing about it
This is the best feeling

[Chorus]
This innocence is brilliance
I hope that it will stay
This moment is perfect
Please don't go away
I need you now
And I'll hold on to it
Don't you let it pass you by

I found a place so safe, not a single tear
The first time in my life and now it's so clear
Feel calm, I belong, I'm so happy here
It's so strong and now I let myself be sincere

I wouldn't change a thing about it
This is the best feeling

[Chorus]

It's a state of bliss, you think you're dreaming
It's the happiness inside that you're feeling
It's so beautiful it makes you wanna cry
It's a state of bliss, you think you're dreaming
It's the happiness inside that you're feeling
It's so beautiful it makes you wanna cry

It's so beautiful it makes you wanna cry
This innocence is brilliance
Makes you wanna cry
This innocence is brilliance
Please don't go away
Cus I need you now
And I'll hold on to it
Don't you let it pass you by

Sel (Biologi)

Sel (biologi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sel selaput penyusun umbi bawang bombai (Allium cepa) dilihat dengan mikroskop cahaya. Tampak dinding sel yang membentuk "ruang-ruang" dan inti sel berupa noktah di dalam setiap ruang (perbesaran 400 kali pada berkas aslinya).
Sel bakteri Helicobacter pylori dilihat menggunakan mikroskop elektron. Bakteri ini memiliki banyak flagela pada permukaan selnya.
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup.[1][2] Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.[3][4] Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal,[5] atau disebut organisme uniselular, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiselular yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.[1] Tubuh manusia, misalnya, tersusun atas lebih dari 1013 sel.[5] Namun demikian, seluruh tubuh semua organisme berasal dari hasil pembelahan satu sel. Contohnya, tubuh bakteri berasal dari pembelahan sel bakteri induknya, sementara tubuh tikus berasal dari pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi.
Sel-sel pada organisme multiseluler tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri sendiri.[1] Sel yang sama dikelompokkan menjadi jaringan, yang membangun organ dan kemudian sistem organ yang membentuk tubuh organisme tersebut. Contohnya, sel otot jantung membentuk jaringan otot jantung pada organ jantung yang merupakan bagian dari sistem organ peredaran darah pada tubuh manusia. Sementara itu, sel sendiri tersusun atas komponen-komponen yang disebut organel.[6]
Sel terkecil yang dikenal manusia ialah bakteri Mycoplasma dengan diameter 0,0001 sampai 0,001 mm,[7] sedangkan salah satu sel tunggal yang bisa dilihat dengan mata telanjang ialah telur ayam yang belum dibuahi. Akan tetapi, sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 µm (0,001–0,1 mm) sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop.[8] Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan sejalan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad ke-17. Robert Hooke pertama kali mendeskripsikan dan menamai sel pada tahun 1665 ketika ia mengamati suatu irisan gabus (kulit batang pohon ek) dengan mikroskop yang memiliki perbesaran 30 kali.[4] Namun demikian, teori sel sebagai unit kehidupan baru dirumuskan hampir dua abad setelah itu oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann. Selanjutnya, sel dikaji dalam cabang biologi yang disebut biologi sel.

Daftar isi

 [sembunyikan

[sunting] Struktur sel

Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma dan daerah di dalam sel disebut sitoplasma.[9] Setiap sel, pada tahap tertentu dalam hidupnya, mengandung DNA sebagai materi yang dapat diwariskan dan mengarahkan aktivitas sel tersebut.[10] Selain itu, semua sel memiliki struktur disebut ribosom yang berfungsi dalam pembuatan protein yang akan digunakan sebagai katalis banyak reaksi kimia dalam sel tersebut.[5]
Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktur berbeda: sel prokariotik atau sel eukariotik. Kedua jenis sel ini dibedakan berdasarkan posisi DNA di dalam sel; sebagian besar DNA pada eukariota terselubung membran organel yang disebut nukleus atau inti sel, sedangkan prokariota tidak memiliki nukleus. Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel prokariotik, sementara protista, tumbuhan, jamur, dan hewan memiliki sel eukariotik.[7]

[sunting] Sel prokariota

Gambaran umum sel prokariota.
Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid.[7] Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniselular dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm3) serta umumnya terdiri dari selubung sel, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.[11]
Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel. Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein. Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmosis pada lingkungan yang berkonsentrasi lebih rendah daripada isi sel.[12]
Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. Banyak jenis bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindari jenis tertentu sel kekebalan tubuh manusia. Selain itu, sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak: fimbriae). Banyak jenis bakteri bergerak menggunakan flagelum (jamak: flagela) yang melekat pada dinding selnya dan berputar seperti motor.[13]
Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang terkonsentrasi pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Pada umumnya, plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap antibiotik.[14]
Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton, yang pada mulanya dianggap hanya ada pada eukariota.[15] Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan berperan menentukan bentuk sel.[16]

[sunting] Sel eukariota

Gambaran umum sel tumbuhan.
Gambaran umum sel hewan.
Tidak seperti prokariota, sel eukariota (bahasa Yunani, eu, 'sebenarnya' dan karyon) memiliki nukleus. Diameter sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar daripada bakteri. Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus dan membran sel. Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki prokariota.[7] Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua membran, misalnya nukleus.
Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota, yaitu mitokondria, tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi; retikulum endoplasma, suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; badan Golgi, yang mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; dan peroksisom, tempat perombakan asam lemak dan asam amino. Sel hewan, tetapi tidak sel tumbuhan, memiliki lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan oleh sel. Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme uniselular. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniselular memiliki satu atau lebih vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian.[17]
Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel eukariota.[17] Sentriol, yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.[18]
Dinding sel yang kaku, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya kuat dan tegar. Fungi juga memiliki dinding sel, namun komposisinya berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan.[17] Di antara dinding sel tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.[19]

[sunting] Komponen subselular

[sunting] Membran

Membran sel terdiri dari lapisan ganda fosfolipid dan berbagai protein.
Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel.[7] Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan sel, dan adhesi sel.
Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein. Membran sel bersifat dinamik dan kebanyakan molekulnya dapat bergerak di sepanjang bidang membran. Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis dengan tebal sekitar 5 nm yang menjadi penghalang bagi kebanyakan molekul hidrofilik. Molekul-molekul protein yang menembus lapisan ganda lipid tersebut berperan dalam hampir semua fungsi lain membran, misalnya mengangkut molekul tertentu melewati membran. Ada pula protein yang menjadi pengait struktural ke sel lain, atau menjadi reseptor yang mendeteksi dan menyalurkan sinyal kimiawi dalam lingkungan sel. Diperkirakan bahwa sekitar 30% protein yang dapat disintesis sel hewan merupakan protein membran.[20]

[sunting] Nukleus

Nukleus dan bagian-bagiannya.
Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota (sebagian lain gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Dengan diameter rata-rata 5 µm, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota.[21] Kebanyakan sel memiliki satu nukleus,[22] namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya saat berkembang.[23]
Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar 20–40 nm. Selubung nukleus memiliki sejumlah pori yang berdiameter sekitar 100 nm dan pada bibir setiap pori, kedua membran selubung nukleus menyatu.[21]
Di dalam nukleus, DNA terorganisasi bersama dengan protein menjadi kromatin. Sewaktu sel siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbentuk benang akan menggulung, menjadi cukup tebal untuk dibedakan melalui mikroskop sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom.[21]
Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang tidak membelah ialah nukleolus, yang merupakan tempat sejumlah komponen ribosom disintesis dan dirakit. Komponen-komponen ini kemudian dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi ribosom. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnya dan tahap reproduksi sel tersebut.[21]
Nukleus mengedalikan sintesis protein di dalam sitoplasma dengan cara mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA, yang disintesis berdasarkan "pesan" gen pada DNA. RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat pesan genetik tersebut diterjemahkan menjadi urutan asam amino protein yang disintesis.[21]

[sunting] Ribosom

Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan laju sintesis protein yang tinggi memiliki banyak sekali ribosom, contohnya sel hati manusia yang memiliki beberapa juta ribosom.[21] Ribosom sendiri tersusun atas berbagai jenis protein dan sejumlah molekul RNA.
Ribosom eukariota lebih besar daripada ribosom prokariota, namun keduanya sangat mirip dalam hal struktur dan fungsi. Keduanya terdiri dari satu subunit besar dan satu subunit kecil yang bergabung membentuk ribosom lengkap dengan massa beberapa juta dalton.[24]
Pada eukariota, ribosom dapat ditemukan bebas di sitosol atau terikat pada bagian luar retikulum endoplasma. Sebagian besar protein yang diproduksi ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol, sementara ribosom terikat umumnya membuat protein yang ditujukan untuk dimasukkan ke dalam membran, untuk dibungkus di dalam organel tertentu seperti lisosom, atau untuk dikirim ke luar sel. Ribosom bebas dan terikat memiliki struktur identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif masing-masing ribosom begitu metabolismenya berubah.[21]

[sunting] Sistem endomembran

Sistem endomembran sel.
Berbagai membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari sistem endomembran. Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer antarsegmen membran dalam bentuk vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma.[21] Sistem ini memiliki berbagai fungsi, termasuk sintesis dan modifikasi protein serta transpor protein ke membran dan organel atau ke luar sel, sintesis lipid, dan penetralan beberapa jenis racun.[25]

[sunting] Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan perluasan selubung nukleus yang terdiri dari jaringan (reticulum = 'jaring kecil') saluran bermembran dan vesikel saling terhubung. Terdapat dua bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.[25]
Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom. Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan tempat tujuan tertentu, seperti organel tertentu atau membran, akan menempel pada retikulum endoplasma kasar. Protein yang terbentuk akan terdorong ke bagian dalam retikulum endoplasma yang disebut lumen.[26] Di dalam lumen, protein tersebut mengalami pelipatan dan dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat untuk membentuk glikoprotein. Protein tersebut lalu dipindahkan ke bagian lain sel di dalam vesikel kecil yang menyembul keluar dari retikulum endoplasma, dan bergabung dengan organel yang berperan lebih lanjut dalam modifikasi dan distribusinya. Kebanyakan protein menuju ke badan Golgi, yang akan mengemas dan memilahnya untuk diantarkan ke tujuan akhirnya.
Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum endoplasma halus berfungsi misalnya dalam sintesis lipid komponen membran sel. Dalam jenis sel tertentu, misalnya sel hati, membran retikulum endoplasma halus mengandung enzim yang mengubah obat-obatan, racun, dan produk sampingan beracun dari metabolisme sel menjadi senyawa-senyawa yang kurang beracun atau lebih mudah dikeluarkan tubuh.[25]

[sunting] Badan Golgi

Badan Golgi (dinamai menurut nama penemunya, Camillo Golgi) tersusun atas setumpuk kantong pipih dari membran yang disebut sisterna. Biasanya terdapat tiga sampai delapan sisterna, tetapi ada sejumlah organisme yang memiliki badan Golgi dengan puluhan sisterna. Jumlah dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel dan aktivitas metabolismenya. Sel yang aktif melakukan sekresi protein dapat memiliki ratusan badan Golgi. Organel ini biasanya terletak di antara retikulum endoplasma dan membran plasma.[25]
Sisi badan Golgi yang paling dekat dengan nukleus disebut sisi cis, sementara sisi yang menjauhi nukleus disebut sisi trans. Ketika tiba di sisi cis, protein dimasukkan ke dalam lumen sisterna. Di dalam lumen, protein tersebut dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat, ditandai dengan penanda kimiawi, dan dipilah-pilah agar nantinya dapat dikirim ke tujuannya masing-masing.[26]
Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang disekresikan ke luar sel, ada yang digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran, dan ada pula yang ditempatkan di dalam lisosom. Protein yang disekresikan dari sel diangkut ke membran plasma di dalam vesikel sekresi, yang melepaskan isinya dengan cara bergabung dengan membran plasma dalam proses eksositosis. Proses sebaliknya, endositosis, dapat terjadi bila membran plasma mencekung ke dalam sel dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan Golgi atau tempat lain, misalnya lisosom.[25]

[sunting] Lisosom

Lisosom pada sel hewan merupakan vesikel yang memuat lebih dari 30 jenis enzim hidrolitik untuk menguraikan berbagai molekul kompleks. Sel menggunakan kembali subunit molekul yang sudah diuraikan lisosom itu. Bergantung pada zat yang diuraikannya, lisosom dapat memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Organel ini dibentuk sebagai vesikel yang melepaskan diri dari badan Golgi.[25]
Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melalui endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom. Dalam proses yang disebut autofagi, lisosom mencerna organel yang tidak berfungsi dengan benar. Lisosom juga berperan dalam fagositosis, proses yang dilakukan sejumlah jenis sel untuk menelan bakteri atau fragmen sel lain untuk diuraikan. Contoh sel yang melakukan fagositosis ialah sejenis sel darah putih yang disebut fagosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.[25]

[sunting] Vakuola

Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan. Membran vakuola, yang merupakan bagian dari sistem endomembran, disebut tonoplas. Vakuola, berasal dari kata yang berarti 'kosong', dinamai demikian karena organel ini tidak memiliki struktur internal. Umumnya vakuola lebih besar daripada vesikel, dan kadang kala terbentuk dari gabungan banyak vesikel.[27]
Sel tumbuhan muda berukuran kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang kemudian bergabung membentuk suatu vakuola sentral seiring dengan penambahan air ke dalamnya. Ukuran sel tumbuhan diperbesar dengan menambahkan air ke dalam vakuola sentral tersebut. Vakuola sentral juga mengandung cadangan makanan, garam-garam, pigmen, dan limbah metabolisme. Zat yang beracun bagi herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai mekanisme pertahanan. Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor tumbuhan.[27]
Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan protista uniselular. Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan, yang bergabung dengan lisosom agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Beberapa jenis protozoa juga memiliki vakuola kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari sel.[27]

[sunting] Mitokondria

Gambaran umum mitokondria.
Sebagian besar sel eukariota mengandung banyak mitokondria, yang menempati sampai 25 persen volume sitoplasma. Organel ini termasuk organel yang besar, secara umum hanya lebih kecil dari nukleus, vakuola, dan kloroplas.[28] Nama mitokondria berasal dari penampakannya yang seperti benang (bahasa Yunani mitos, 'benang') di bawah mikroskop cahaya.[29]
Organel ini memiliki dua macam membran, yaitu membran luar dan membran dalam, yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Luas permukaan membran dalam lebih besar daripada membran luar karena memiliki lipatan-lipatan, atau krista, yang menyembul ke dalam matriks, atau ruang dalam mitokondria.[28]
Mitokondria adalah tempat berlangsungnya respirasi selular, yaitu suatu proses kimiawi yang memberi energi pada sel.[30] Karbohidrat dan lemak merupakan contoh molekul makanan berenergi tinggi yang dipecah menjadi air dan karbon dioksida oleh reaksi-reaksi di dalam mitokondria, dengan pelepasan energi. Kebanyakan energi yang dilepas dalam proses itu ditangkap oleh molekul yang disebut ATP. Mitokondria-lah yang menghasilkan sebagian besar ATP sel.[25] Energi kimiawi ATP nantinya dapat digunakan untuk menjalankan berbagai reaksi kimia dalam sel.[27] Sebagian besar tahap pemecahan molekul makanan dan pembuatan ATP tersebut dilakukan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam krista dan matriks mitokondria.[28]
Mitokondria memperbanyak diri secara independen dari keseluruhan bagian sel lain.[29] Organel ini memiliki DNA sendiri yang menyandikan sejumlah protein mitokondria, yang dibuat pada ribosomnya sendiri yang serupa dengan ribosom prokariota.[27]

[sunting] Kloroplas

Gambaran umum kloroplas.
Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan dan alga.[19] Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang menangkap energi cahaya untuk fotosintesis, yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan senyawa organik lain.[31]
Satu sel alga uniselular dapat memiliki satu kloroplas saja, sementara satu sel daun dapat memiliki 20 sampai 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih besar daripada mitokondria, dengan panjang 5–10 µm atau lebih. Kloroplas biasanya berbentuk seperti cakram dan, seperti mitokondria, memiliki membran luar dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran dalam kloroplas menyelimuti stroma, yang memuat berbagai enzim yang bertanggung jawab membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis. Suatu sistem membran dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih disebut tilakoid yang saling berhubungan. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang disebut granum (jamak, grana). Klorofil terdapat pada membran tilakoid, yang berperan serupa dengan membran dalam mitokondria, yaitu terlibat dalam pembentukan ATP.[31] Sebagian ATP yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah menjadi karbohidrat.[32]
Sama seperti mitokondria, kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri.[27] Kedua organel ini juga dapat berpindah-pindah tempat di dalam sel.[32]

[sunting] Peroksisom

Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan dapat ditemukan dalam semua sel eukariota.[33] Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu atau lebih enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2).[34] Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam peroksisom senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria untuk oksidasi sempurna.[33] Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu, peroksisom pada biji tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji menjadi karbohidrat yang digunakan dalam tahap perkecambahan.[34]

[sunting] Sitoskeleton

Sitoskeleton sel eukariota; mikrotubulus diwarnai hijau, sementara mikrofilamen diwarnai merah.
Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat protein, yaitu mikrotubulus, filamen intermediat, dan mikrofilamen.[35] Protein sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan sitoskeleton eukariota ditemukan pula pada prokariota.[16] Mikrotubulus berupa silinder berongga yang memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel, dan membantu pergerakan kromosom pada saat pembelahan sel. Silia dan flagela eukariota, yang merupakan alat bantu pergerakan, juga berisi mikrotubulus. Filamen intermediat mendukung bentuk sel dan membuat organel tetap berada di tempatnya. Sementara itu, mikrofilamen, yang berupa batang tipis dari protein aktin, berfungsi antara lain dalam kontraksi otot pada hewan, pembentukan pseudopodia untuk pergerakan sel ameba, dan aliran bahan di dalam sitoplasma sel tumbuhan.[36]
Sejumlah protein motor menggerakkan berbagai organel di sepanjang sitoskeleton eukariota. Secara umum, protein motor dapat digolongkan dalam tiga jenis, yaitu kinesin, dienin, dan miosin. Kinesin dan dienin bergerak pada mikrotubulus, sementara miosin bergerak pada mikrofilamen.[37]

[sunting] Komponen ekstraselular

Sel-sel hewan dan tumbuhan disatukan sebagai jaringan terutama oleh matriks ekstraselular, yaitu jejaring kompleks molekul yang disekresikan sel dan berfungsi utama membentuk kerangka pendukung. Terutama pada hewan, sel-sel pada kebanyakan jaringan terikat langsung satu sama lain melalui sambungan sel.[38]

[sunting] Matriks ekstraselular hewan

Matriks ekstraselular sel hewan berbahan penyusun utama glikoprotein (protein yang berikatan dengan karbohidrat pendek), dan yang paling melimpah ialah kolagen yang membentuk serat kuat di bagian luar sel. Serat kolagen ini tertanam dalam jalinan tenunan yang terbuat dari proteoglikan, yang merupakan glikoprotein kelas lain[39] Variasi jenis dan susunan molekul matriks ekstraselular menimbulkan berbagai bentuk, misalnya keras seperti permukaan tulang dan gigi, transparan seperti kornea mata, atau berbentuk seperti tali kuat pada otot. Matriks ekstraselular tidak hanya menyatukan sel-sel tetapi juga memengaruhi perkembangan, bentuk, dan perilaku sel.[40]

[sunting] Dinding sel tumbuhan

Dinding sel tumbuhan merupakan matriks ekstraselular yang menyelubungi tiap sel tumbuhan.[41] Dinding ini tersusun atas serabut selulosa yang tertanam dalam polisakarida lain serta protein dan berukuran jauh lebih tebal daripada membran plasma, yaitu 0,1 µm hingga beberapa mikrometer. Dinding sel melindungi sel tumbuhan, mempertahankan bentuknya, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan.[42]

[sunting] Sambungan antarsel

Sambungan sel (cell junction) dapat ditemukan pada titik-titik pertemuan antarsel atau antara sel dan matriks ekstraselular. Menurut fungsinya, sambungan sel dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu (1) sambungan penyumbat (occluding junction), (2) sambungan jangkar (anchoring junction), dan (3) sambungan pengkomunikasi (communicating junction). Sambungan penyumbat menyegel permukaan dua sel menjadi satu sedemikian rupa sehingga molekul kecil sekalipun tidak dapat lewat, contohnya ialah sambungan ketat (tight junction) pada vertebrata. Sementara itu, sambungan jangkar menempelkan sel (dan sitoskeletonnya) ke sel tetangganya atau ke matriks ekstraselular. Terakhir, sambungan pengkomunikasi menyatukan dua sel tetapi memungkinkan sinyal kimiawi atau listrik melintas antarsel tersebut. Plasmodesmata merupakan contoh sambungan pengkomunikasi yang hanya ditemukan pada tumbuhan.[43]

[sunting] Fungsi

[sunting] Metabolisme

Keseluruhan reaksi kimia yang membuat makhluk hidup mampu melakukan aktivitasnya disebut metabolisme,[44] dan sebagian besar reaksi kimia tersebut terjadi di dalam sel.[3] Metabolisme yang terjadi di dalam sel dapat berupa reaksi katabolik, yaitu perombakan senyawa kimia untuk menghasilkan energi maupun untuk dijadikan bahan pembentukan senyawa lain, dan reaksi anabolik, yaitu reaksi penyusunan komponen sel.[45] Salah satu proses katabolik yang merombak molekul makanan untuk menghasilkan energi di dalam sel ialah respirasi selular, yang sebagian besar berlangsung di dalam mitokondria eukariota atau sitosol prokariota dan menghasilkan ATP. Sementara itu, contoh proses anabolik ialah sintesis protein yang berlangsung pada ribosom dan membutuhkan ATP.

[sunting] Komunikasi sel

Kemampuan sel untuk berkomunikasi, yaitu menerima dan mengirimkan 'sinyal' dari dan kepada sel lain, menentukan interaksi antarorganisme uniselular serta mengatur fungsi dan perkembangan tubuh organisme multiselular. Misalnya, bakteri berkomunikasi satu sama lain dalam proses quorum sensing untuk menentukan apakah jumlah mereka sudah cukup sebelum membentuk biofilm, sementara sel-sel dalam embrio hewan berkomunikasi untuk koordinasi proses diferensiasi menjadi berbagai jenis sel.
Komunikasi sel terdiri dari proses transfer sinyal antarsel dalam bentuk molekul (misalnya hormon) atau aktivitas listrik, dan transduksi sinyal di dalam sel target ke molekul yang menghasilkan respons sel. Mekanisme transfer sinyal dapat terjadi dengan kontak antarsel (misalnya melalui sambungan pengkomunikasi), penyebaran molekul sinyal ke sel yang berdekatan, penyebaran molekul sinyal ke sel yang jauh melalui saluran (misalnya pembuluh darah), atau perambatan sinyal listrik ke sel yang jauh (misalnya pada jaringan otot polos). Selanjutnya, molekul sinyal menembus membran secara langsung, lewat melalui kanal protein, atau melekat pada reseptor berupa protein transmembran pada permukaan sel target dan memicu transduksi sinyal di dalam sel. Transduksi sinyal ini dapat melibatkan sejumlah zat yang disebut pembawa pesan kedua (second messenger) yang konsentrasinya meningkat setelah pelekatan molekul sinyal pada reseptor dan yang nantinya meregulasi aktivitas protein lain di dalam sel. Selain itu, transduksi sinyal juga dapat dilakukan oleh sejumlah jenis protein yang pada akhirnya dapat memengaruhi metabolisme, fungsi, atau perkembangan sel.[46][47]

[sunting] Siklus sel

Video yang dipercepat menggambarkan pembelahan sel bakteri E. coli
Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap kehidupan sel antara pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya disebut sebagai siklus sel.[48] Siklus ini pada kebanyakan sel terdiri dari empat proses terkoordinasi, yaitu pertumbuhan sel, replikasi DNA, pemisahan DNA yang sudah digandakan ke dua calon sel anakan, dan pembelahan sel.[49] Pada bakteri, proses pemisahan DNA ke calon sel anakan dapat terjadi bersamaan dengan replikasi DNA, dan siklus sel yang berurutan dapat bertumpang tindih. Hal ini tidak terjadi pada eukariota yang siklus selnya terjadi dalam empat fase terpisah sehingga laju pembelahan sel bakteri dapat lebih cepat daripada laju pembelahan sel eukariota.[50] Pada eukariota, tahap pertumbuhan sel umumnya terjadi dua kali, yaitu sebelum replikasi DNA (disebut fase G1, gap 1) dan sebelum pembelahan sel (fase G2). Siklus sel bakteri tidak wajib memiliki fase G1, namun memiliki fase G2 yang disebut periode D. Tahap replikasi DNA pada eukariota disebut fase S (sintesis), atau pada bakteri ekuivalen dengan periode C. Selanjutnya, eukariota memiliki tahap pembelahan nukleus yang disebut fase M (mitosis).
Peralihan antartahap siklus sel dikendalikan oleh suatu perlengkapan pengaturan yang tidak hanya mengkoordinasi berbagai kejadian dalam siklus sel namun juga menghubungkan siklus sel dengan sinyal ekstrasel yang mengendalikan perbanyakan sel. Misalnya, sel hewan pada fase G1 dapat berhenti dan tidak beralih ke fase S bila tidak ada faktor pertumbuhan tertentu, melainkan memasuki keadaan yang disebut fase G0 dan tidak mengalami pertumbuhan maupun perbanyakan. Contohnya ialah sel fibroblas yang hanya membelah diri untuk memperbaiki kerusakan tubuh akibat luka.[49] Jika pengaturan siklus sel terganggu, misalnya karena mutasi, risiko pembentukan tumor—yaitu perbanyakan sel yang tidak normal—meningkat dan dapat berpengaruh pada pembentukan kanker.[51]

[sunting] Diferensiasi sel

Diferensiasi sel menciptakan keberagaman jenis sel yang muncul selama perkembangan suatu organisme multiselular dari sebuah sel telur yang sudah dibuahi. Misalnya, mamalia yang berasal dari sebuah sel berkembang menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis sel berbeda seperti otot, saraf, dan kulit.[52] Sel-sel dalam embrio yang sedang berkembang melakukan pensinyalan sel yang memengaruhi ekspresi gen sel dan menyebabkan diferensiasi tersebut.[53]

[sunting] "Bunuh diri" sel

Sel dalam organisme multiselular dapat mengalami suatu kematian terprogram yang berguna untuk pengendalian populasi sel dengan cara mengimbangi perbanyakan sel, misalnya untuk mencegah munculnya tumor. Kematian sel juga berguna untuk menghilangkan bagian tubuh yang tidak diperlukan. Contohnya, pada saat pembentukan embrio, jari-jari pada tangan atau kaki manusia pada mulanya saling menyatu, namun kemudian terbentuk berkat kematian sel-sel antarjari. Dengan demikian, waktu dan tempat terjadinya kematian sel, sama seperti pertumbuhan dan pembelahan sel, merupakan proses yang sangat terkendali. Kematian sel semacam itu terjadi dalam proses yang disebut apoptosis yang dimulai ketika suatu faktor penting hilang dari lingkungan sel atau ketika suatu sinyal internal diaktifkan. Gejala awal apoptosis ialah pemadatan nukleus dan fragmentasi DNA yang diikuti oleh penyusutan sel.[54]

[sunting] Kajian tentang sel

Biologi sel modern berkembang dari integrasi antara sitologi, yaitu kajian tentang struktur sel, dan biokimia, yaitu kajian tentang molekul dan proses kimiawi metabolisme. Mikroskop merupakan peralatan yang paling penting dalam sitologi, sementara pendekatan biokimia yang disebut fraksinasi sel juga telah menjadi sangat penting dalam biologi sel.[55]

[sunting] Mikroskopi

Silia pada permukaan sel bagian dalam trakea mamalia dilihat dengan SEM (perbesaran 10.000 kali pada berkas aslinya).
Mikroskop berperan dalam kajian tentang sel sejak awal penemuannya. Jenis mikroskop yang digunakan para ilmuwan Renaisans dan yang kini masih banyak digunakan di laboratorium ialah mikroskop cahaya. Cahaya tampak dilewatkan menembus spesimen dan kemudian lensa kaca yang merefraksikan cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen tersebut diperbesar ketika diproyeksikan ke mata pengguna mikroskop. Namun demikian, mikroskop cahaya memiliki batas daya urai, yaitu tidak mampu menguraikan rincian yang lebih halus dari kira-kira 0,2 µm (ukuran bakteri kecil). Pengembangan teknik penggunaan mikroskop cahaya sejak awal abad ke-20 melibatkan usaha untuk meningkatkan kontras, misalnya dengan pewarnaan atau pemberian zat fluoresen. Selanjutnya, biologi sel mengalami kemajuan pesat dengan penemuan mikroskop elektron yang menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya tampak dan dapat memiliki resolusi (daya urai) sekitar 2 nm. Terdapat dua jenis dasar mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektron transmisi (transmission electron microscope, TEM) dan mikroskop elektron payar (scanning electron microscope, SEM). TEM terutama digunakan untuk mengkaji struktur internal sel, sementara SEM sangat berguna untuk melihat permukaan spesimen secara rinci.[55]

[sunting] Fraksinasi sel

Fraksinasi sel ialah teknik untuk memisahkan bagian-bagian sel. Secara umum, teknik ini melibatkan homogenisasi, yaitu pemecahan sel secara halus dengan bantuan blender atau alat ultrasuara, dan sentrifugasi, yaitu pemisahan komponen-komponen sel oleh gaya sentrifugal dalam alat sentrifuge, alat seperti komidi putar untuk tabung reaksi yang dapat berputar pada berbagai kecepatan. Sentrifuge yang paling canggih, yang disebut ultrasentrifuge, dapat berputar secepat 80.000 rotasi per menit (rpm) dan memberikan gaya pada partikel-partikel sampel hingga 500.000 kali gaya gravitasi bumi (500.000 g). Pemutaran homogenat di dalam sentrifuge akan memisahkan bagian-bagian sel ke dalam dua fraksi, yaitu pelet, yang terdiri atas struktur-struktur lebih besar yang terkumpul di bagian bawah tabung sentrifuge, dan supernatan, yang terdiri atas bagian-bagian sel yang lebih kecil yang tersuspensi dalam cairan di atas pelet tersebut. Supernatan ini disentrifugasi kembali dan prosesnya diulangi, dengan kecepatan putaran yang semakin tinggi pada setiap tahap, sehingga komponen sel yang semakin lama semakin kecil terkumpul dalam pelet yang berurutan.[55]

[sunting] Sejarah

Mikroskop rancangan Robert Hooke menggunakan sumber cahaya lampu minyak.[56]

[sunting] Penemuan awal

Mikroskop majemuk dengan dua lensa telah ditemukan pada akhir abad ke-16 dan selanjutnya dikembangkan di Belanda, Italia, dan Inggris hingga pada pertengahan abad ke-17 mikroskop sudah memiliki kemampuan perbesaran citra sampai 30 kali. Ilmuwan Inggris Robert Hooke kemudian merancang mikroskop majemuk yang memiliki sumber cahaya sendiri sehingga lebih mudah digunakan.[57] Ia mengamati irisan-irisan tipis gabus melalui mikroskop dan menjabarkan struktur mikroskopik gabus sebagai "berpori-pori seperti sarang lebah tetapi pori-porinya tidak beraturan" dalam makalah yang diterbitkan pada tahun 1665.[58] Hooke menyebut pori-pori itu cells karena mirip dengan sel (bilik kecil) di dalam biara atau penjara.[57][59] Yang sebenarnya dilihat oleh Hooke adalah dinding sel kosong yang melingkupi sel-sel mati pada gabus yang berasal dari kulit pohon ek.[60] Ia juga mengamati bahwa di dalam tumbuhan hijau terdapat sel yang berisi cairan.[56]
Gambar struktur gabus yang dilihat Robert Hooke melalui mikroskopnya
Pada masa yang sama di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain, menciptakan mikroskopnya sendiri yang berlensa satu dan menggunakannya untuk mengamati berbagai hal.[57] Ia berhasil melihat sel darah merah, spermatozoa, khamir bersel tunggal, protozoa, dan bahkan bakteri.[61][60] Pada tahun 1673 ia mulai mengirimkan surat yang merincikan kegiatannya kepada Royal Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang lalu menerbitkannya. Pada salah satu suratnya, Leeuwenhoek menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam air liur yang diamatinya di bawah mikroskop. Ia menyebutnya diertjen atau dierken (bahasa Belanda: 'hewan kecil', diterjemahkan sebagai animalcule dalam bahasa Inggris oleh Royal Society), yang diyakini sebagai bakteri oleh ilmuwan modern.[57][62]
Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tumbuhan yang ia sebut utricle ('kantong kecil'). Menurut pengamatannya, setiap rongga tersebut berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada tahun 1682, dan ia berhasil mengamati banyak struktur hijau kecil di dalam sel-sel daun tumbuhan, yaitu kloroplas.[57][63]

[sunting] Teori sel

Beberapa ilmuwan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah berspekulasi atau mengamati bahwa tumbuhan dan hewan tersusun atas sel,[64] namun hal tersebut masih diperdebatkan pada saat itu.[63] Pada tahun 1838, ahli botani Jerman Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya merupakan manifestasi aktivitas sel.[65] Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang ditemukan Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan sel, namun ia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus.[63][66] Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang setelah berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia pernah mengamati nukleus sel hewan sebagaimana Schleiden mengamatinya pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh hewan juga tersusun atas sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh semua organisme adalah pembentukan sel.[65]
Yang kemudian merinci teori sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern-nya ialah Rudolf Virchow, seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya ia sependapat dengan Schleiden mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan oleh Robert Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan embrio, yaitu bahwa sel berasal dari sel lain melalui pembelahan sel. Pada tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang memuat motto-nya yang terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel).[67][68]

[sunting] Perkembangan biologi sel

Antara tahun 1875 dan 1895, terjadi berbagai penemuan mengenai fenomena selular dasar, seperti mitosis, meiosis, dan fertilisasi, dan berbagai organel penting, seperti mitokondria, kloroplas, dan badan Golgi.[69] Lahirlah bidang yang mempelajari sel, yang saat itu disebut sitologi.
Perkembangan teknik baru, terutama fraksinasi sel dan mikroskopi elektron, memungkinkan sitologi dan biokimia melahirkan bidang baru yang disebut biologi sel.[70] Pada tahun 1960, perhimpunan ilmiah American Society for Cell Biology didirikan di New York, Amerika Serikat, dan tidak lama setelahnya, jurnal ilmiah Journal of Biochemical and Biophysical Cytology berganti nama menjadi Journal of Cell Biology.[71] Pada akhir tahun 1960-an, sel biologi telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mapan, dengan perhimpunan dan publikasi ilmiahnya sendiri serta memiliki misi mengungkapkan mekanisme fungsi organel sel.[72]

[sunting] Referensi

  1. ^ a b c Campbell, N.A.; Reece, J.B. & Mitchell, L.G. (2002). Biologi. Diterjemahkan oleh R. Lestari dkk. (edisi ke-5, jilid 1). Jakarta: Erlangga. hlm. 112. ISBN 9796884682.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  2. ^ Fried, G.H. & Hademenos, G.J. (2006). Schaum's Outline Biologi. Diterjemahkan oleh D. Tyas (edisi ke-2). Jakarta: Erlangga. hlm. 35.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  3. ^ a b Sloane, E. (2003). Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Diterjemahkan oleh J. Veldman. Jakarta: EGC. hlm. 34.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  4. ^ a b Campbell et al. (2002) hlm. 4
  5. ^ a b c (Inggris) Alberts, B.; Johnson, A.; Lewis, J.; Raff, M.; Roberts, K. & Walters, P. (2002). "The Universal Features of Cells on Earth". Molecular Biology of the Cell (edisi ke-4). New York: Garland Science. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK26864/. 
  6. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 3
  7. ^ a b c d e Campbell et al. (2002) hlm. 116
  8. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 113
  9. ^ (Inggris) Kratz, R.F. (2009). Molecular & Cell Biology for Dummies. Hoboken, NJ: Wiley. hlm. 17.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  10. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 6
  11. ^ (Inggris) Wheelis, M. (2008). Principles of Modern Microbiology. Sudbury, MA: Jones and Bartlett. hlm. 48–49.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  12. ^ Wheelis (2008) hlm. 50–52
  13. ^ Kratz (2009) hlm. 35
  14. ^ Yuwono, T. (2007). Biologi Molekular. Jakarta: Erlangga. hlm. 77.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  15. ^ (Inggris) Karp, G. (2009). Cell and Molecular Biology: Concepts and Experiments (edisi ke-6). Hoboken, NJ: John Wiley and Sons. hlm. 318–319.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  16. ^ a b (Inggris) Pommerville, J.C. (2011). Alcamo's Fundamentals of Microbiology (edisi ke-9). Sudbury, MA: Jones and Bartlett. hlm. 122–128.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  17. ^ a b c (Inggris) Lodish, H.; Berk, A.; Zipursky, S.L.; Matsudaira, P.; Baltimore, D. & Darnell, J. (2000). "Eukaryotic Cells Contain Many Organelles and a Complex Cytoskeleton". Molecular Cell Biology (edisi ke-4). New York: W. H. Freeman. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21665/#A210. 
  18. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 118
  19. ^ a b Campbell et al. (2002) hlm. 119
  20. ^ Alberts et al. (2002) "Chapter 10. Membrane Structure"
  21. ^ a b c d e f g h Campbell et al. (2002) hlm. 120
  22. ^ (Inggris) Solomon, E.P.; Berg, L.R. & Martin, D.W. (2004). Biology (edisi ke-7). Belmont, CA: Brooks/Cole. hlm. 77.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  23. ^ Sloane (2003) hlm. 39
  24. ^ Alberts et al. (2002) "The RNA Message Is Decoded on Ribosomes"
  25. ^ a b c d e f g h (Inggris) Russell, P.J.; Hertz, P.E. & McMillan, B. (2011). Biology: The Dynamic Science (edisi ke-2, volume 1). Belmont, CA: Brooks/Cole. hlm. 99–102.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  26. ^ a b Kratz (2009) hlm. 24-25
  27. ^ a b c d e f Solomon (2004) hlm. 84
  28. ^ a b c Lodish et al. (2000) "Mitochondria Are the Principal Sites of ATP Production in Aerobic Cells"
  29. ^ a b Fried & Hademenos (2006) hlm. 38
  30. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 7
  31. ^ a b Solomon (2004) hlm. 86
  32. ^ a b Lodish et al. (2000) "Chloroplasts, the Sites of Photosynthesis, Contain Three Membrane-Limited Compartments"
  33. ^ a b Marks, D.B.; Marks, A.D. & Smith, C.M. (2000). Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Diterjemahkan oleh B.U. Pendit. Jakarta: EGC. hlm. 135.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  34. ^ a b Alberts et al. (2002) "Peroxisomes"
  35. ^ Solomon (2004) hlm. 87
  36. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 139
  37. ^ Karp (2009) hlm. 328
  38. ^ Alberts et al. (2002) "Chapter 19: Cell Junctions, Cell Adhesion, and the Extracellular Matrix"
  39. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 136
  40. ^ Alberts et al. (2002) "The Extracellular Matrix of Animals"
  41. ^ Alberts et al. (2002) "The Plant Cell Wall"
  42. ^ Campbell et al. (2002) hlm. 135
  43. ^ Alberts et al. (2002) "Cell Junctions"
  44. ^ Solomon (2004) hlm. 122
  45. ^ Yuwono (2007) hlm. 14
  46. ^ Lodish et al. (2000) "Section 20.1: Overview of Extracellular Signaling"
  47. ^ (Inggris) Clements, M. & Saffrey, J. (2001). "Communication between Cells". di dalam Saffrey, J. (penyunting). The Core of Life. Volume 2. Milton Keynes: The Open University. hlm. 241–291.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  48. ^ Russell et al. (2011) hlm. 200
  49. ^ a b (Inggris) Cooper, G.M. (2000). "The Eukaryotic Cell Cycle". The Cell: A Molecular Approach (edisi ke-2). Sunderland, MA: Sinauer Associates. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK9876/. 
  50. ^ Wheelis (2008) hlm. 194–197
  51. ^ (Inggris) Goodman, S.R., ed (2008). Medical Cell Biology (edisi ke-3). Burlington, MA: Academic Press. hlm. 286.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  52. ^ Lodish et al. (2000) "Cell Differentiation Creates New Types of Cells"
  53. ^ Campbell, N.A.; Reece, J.B. & Mitchell, L.G. (2004). Biologi. Diterjemahkan oleh W. Manalu (edisi ke-5, jilid 3). Jakarta: Erlangga. hlm. 198.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  54. ^ Lodish et al. (2000) "Cells Die by Suicide"
  55. ^ a b c Campbell et al. (2002) hlm. 113–115
  56. ^ a b (Inggris) Starr, C.; Taggart, R.; Evers, C. & Starr, L. (2009). Biology: The Unity and Diversity of Life. Volume I: Cell Biology and Genetics (edisi ke-12). Belmont, CA: Brooks/Cole. hlm. 54–55.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  57. ^ a b c d e (Inggris) Stewart, M. (2008). Cell Biology. Minneapolis: Twenty-First Century Books. hlm. 10–18.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  58. ^ (Inggris) Micrographia: Some Physiological Descriptions of Minute Bodies Made by Magnifying Glasses with Observations and Inquiries Thereupon oleh Robert Hooke, di Proyek Gutenberg
  59. ^ Fried & Hademenos (2006) hlm. 45
  60. ^ a b (Inggris) Stone, C.L. (2004). The Basics of Biology. Westport, CT: Greenwood Press. hlm. 64.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  61. ^ (Inggris) Porter, J.R. (1976). "Antony van Leeuwenhoek: tercentenary of his discovery of bacteria". Bacteriol. Rev. 40: 260–269. http://mmbr.asm.org/content/40/2/260.full.pdf+html. 
  62. ^ (Inggris) Anderson, D. (1 September 2009). "Dutch". Lens on Leeuwenhoek. http://lensonleeuwenhoek.net/dutch.htm. Diakses pada 2 Februari 2012. 
  63. ^ a b c (Inggris) Everson, T. (2007). The Gene: a historical perspective. Westport, CT: Greenwood Press. hlm. 37–41.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  64. ^ Stewart (2008) hlm. 31
  65. ^ a b (Inggris) Magner, L.N. (2005). A History of the Life Sciences (edisi ke-3). New York: Marcel Dekker. hlm. 154–158.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  66. ^ (Inggris) Harris, H. (2000). The Birth of the Cell. New Haven: Yale University Press. hlm. 98.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  67. ^ Magner (2005) hlm. 160–161
  68. ^ (Inggris) Schwartz, J. (2008). In Pursuit of the Gene: From Darwin to DNA. Cambridge: Harvard University Press. hlm. 146.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  69. ^ Magner (2005) hlm. 163
  70. ^ (Inggris) Bechtel, W. (2006). Discovering Cell Mechanisms: The Creation of Modern Cell Biology. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 162.  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  71. ^ (Inggris) Hay, E.D. (1992), "Cell Biology", di dalam Morris, C. et al. (Penyunting), Academic Press dictionary of science and technology, San Diego: Academic Press, hlm. 384  (lihat di Penelusuran Buku Google)
  72. ^ Bechtel (2006) hlm. 13