Halaman

Senin, 23 April 2012

Gempa Bumi di Indonesia



Pengertian Gempa Bumi
          Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Atau gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba. Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Penyebab Gempa Bumi 
Dalam catatan sejarah gempa bumi, pada abad ke 20 hingga abad ke 21 sekarang ini sering sekali terjadi gempa bumi yang berkekuatan besar dan tidak jarang juga yang menyebabkan tsunami. Seperti halnya yang baru-baru ini terjadi yaitu gempa bumi di jepang 11 maret 2011berskala 9,0 skala richter yang sebelumnya direvisi dari 8,9 SR. Gempa bumi di jepang ini juga menimbulkan gelombang tsunami jepang 2011. Tanggal 26 Oktober 2010 gempa bumi di Mentawaiberskala 7,2 SR juga menimbulkan Tsunami mentawai. Selain itu gempa bumi yang tidak kalah dahsyatnya juga terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.
Jadi penyebab terjadinya gempa bumi antara lain, yaitu :
1.  Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
2.  Aktivitas sesar di permukaan bumi
3.  Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4.  Aktivitas gunung api
5.  Ledakan nuklir
Tipe-Tipe Gempa Bumi

1. Gempa Bumi Vulkanik ( Gunung Api)
     Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

2. Gempa Bumi Tektonik
     Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.
1. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
2. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
3. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.





















4 Tanda Ciri-ciri Akan Terjadinya Gempa Bumi
Gempa bumi yang terjadi memang menakutkan, namun hal ini tidak bisa dihindari mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan akan gempa.
Untuk itu, mempelajari dan mewaspadai ciri-ciri yang biasanya terjadi sebelum gempa adalah hal yang bijaksana.
Ada beberapa ciri-ciri yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:
Lihat ke langit
kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado/seperti pohon/seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi.
Awan yang berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah.
Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.
Coba diuji medan elektromagnetis di dalam rumah
- Cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak
- Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data
- Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak
- Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun tak ada arus listrik
Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia.
Perhatikan hewan-hewan
Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari atau bertingkah laku aneh/gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.
Air tanah
Lihat juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya.
Jika empat tanda ini ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Empat tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan memang akan ada gempa berkekuatan besar.
Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu, tetap tidak bisa memastikan kapan gempa terjadi.
Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi, sebisa mungkin langsung melakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.
Kalau skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga hanya dua meter. Tapi biarpun hanya dua meter, gelombangnya tidak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti tidak ada habisnya) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram


Tips Menghadapi Gempa Diantaranya:
Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
1. DI DALAM RUMAH
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
2. DI LUAR RUMAH
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
3. DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
4. DI DALAM LIFT
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
5. DI DALAM KERETA API
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
6. DI DALAM MOBIL
Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.


7. DI GUNUNG/PANTAI
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
8. BERI PERTOLONGAN
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
9. EVAKUASI
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.
10. DENGARKAN INFORMASI
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Hal terpenting yang harus anda pahami bahwa, keselamatan adalah bukan factor keberuntungan. Anda dapat selamat dari gempa bumi dan meminimalkan kerusakannya dengan bersikap waspada dari berbagai potensi yang berbahaya dan melakukan beberapa persiapan dasar. Buatlah sebuah perencanaan dalam keluarga anda. Persiapkan diri anda dan keluarga seperti yang akan dipaparkan di sini.
CARA MELINDUNGI DIRI SAAT TERJADI GEMPA BUMI
1)    Tetap tenang dan cari tempat yang aman.
a)    Cari meja kokoh yang terdekat dengan anda.
b)    Berlindung dibawahnya.
c)    Lindungi kepala anda dengan bantal.
Apabila gempa cukup besar, kemungkinan benda-benda dan mebel dapat jatuh. Jadi cukup penting untuk melindungi kepala anda saat gempa.
d)    Segera cari pintu keluar.
e)    Jangan keluar secara terburu-buru.
Kepanikan dapat membuat saling bersesakan dan memakan korban karena berhimpitan,sesak dan terinjak-injak.
·         Gempa biasanya terjadi di bawah 60 detik (1 menit).
·         Gempa dapat membuat pintu melengkung sehingga tidak bisa dibuka.
·         Jatuhnya gelas, kaca dan barang barang adalah resiko utama saat bergegas keluar ruangan dalam suasana panic kala terjadi gempa.
2)    Mencegah kebakaran
a)    Padamkan semua api saat terjadi gempa, misal : matikan kompor, gas, oven, microwave.
b)    Matikan seluruh peralatan listrik
c)    Bila gempa telah selesai, pastikan untuk mematikan sircuit breaker (pusat listrik rumah anda).
d)    Bila ada percik apai yang menyala, segera padamkan.
Gunakan air untuk menyiram. Minta bantuan tetangga bila tidak segera padam.
Berusahalan tenang dan ingatlah : “ Padamkan Api”
3)    Menjauhlah dari jalanan sempit, tepi tebing, jurang, bukit dan pinggir sungai
a)    Jangan berdiri di bawah/sisi rumah/bangunan, karena atap, kaca, tembok maupun tiangnya dapat jatuh menimpa anda.
b)    Menjauhlah dari tebing, bukit dan pinggiran sungai karena tanah ditempat tersebut dapat terjadi longsor.
Evakuasi ke gedung yang kokoh atau lapangan bila memungkinkan.
4)    Prosedur evakuasi
a)    Evakuasi adalah dengan ‘jalan’
Jangan evakuasi mengendarai mobil, karena dapat menyebabkan kemacetan. Seingga dapat terjebak dalam kemacetan.
b)    Bawalah sebuah tas berisi barang pribadi anda secukupnya dan sepentingnya.
c)    Gunakan pakaian yang nyaman saat evakuasi.
Tsunami : gelombang pasang yang bisanya terjadi setelah gempa berskala besar. Karenanya bergegas evakuasi bahkan sebelum alarm peringatan tsunami berbunyi. Waktu perkiraan = ?
d)    Bila anda tinggal di pinggir pantai, evakuasilah dengan segera ke dataran tinggi, terutama bila terjadi gempa yang cukup besar.
e)    Simak terus berita di radio tentang ‘tsunami’.
5)    Pastikan berita dan informasi yang anda terima adalah benar.
a)    Jangan dengarkan rumor
Pantau berita dari TV & Radio.
Rumor akan menyebar dengan cepat setelah terjadi gempa.
Jangan dengarkan rumor!
b)    Ikuti instruksi dari pejabat berwenang, kepolisian dan kantor pemadam kebakaran.
c)    Gunakan fasilitas teleron seperlunya.
Menelepon setiap saat ke kantor polisi atau pemadam kebakaran, dapat mengganggu kerja mereka.
6)    Bergabunglah dengan para tim penolong atau tim SAR.
a)    Berikan pelayanan darurat PPPK pada para korban luka.
b)    Bersama-sama menolong para korban yang tertimpa reruntuhan.
Apabila korban luka cukup banyak, pelayanan darurat bisa tidak mencukupi bagi para korban.

Untuk individu :
Agar memahami pelayanan darurat PPPK  bagi para korban, ikutilah latihan pertolongan pertama dan penyelamatan yang diselenggarakan instansi pemadam kebakaran dan organisasi yang berkompeten lainnya.

Untuk lingkungan warga :
·         Sediakan peralatan darurat penyelamatan gempa seperti : senter, selimut dan sekop.
·         Setiap lingkungan warga, sangat penting memiliki tempat penyimpanan peralatan pernyelamatan termasuk peralatan PPPK
·         Semua warga diharapkan mengetahui tempat penyimpanan tersebut.
7)    Yang dilakukan bila mengendarai mobil terjadi gempa
a)    Segera pinggirkan mobil ke tepi jalan yang kosong dan matikan mesin.
b)    Dengarkan berita di radio.
c)    Ikuti instruksi dari kepolisian
d)    Evakuasilah dengan berjalan dan tinggalkan kunci mobil anda.
Pada saat gempa, sulit mengendarai mobil, seperti mengendarai mobil beroda datar.

PERSIAPAN RUTIN
1.       Berpartisipasi pada kelas evakuasi dan pelatihan antisipasi bencana alam.
2.       Diskusikan dalam keluarga anda, hal-hal apa yang dilakukan bila terjadi gempa.
Setiap anggota keluarga membahas tanggungjawab dan hal-hal penting seperti :
·         Dimana tempat teraman di dalam rumah (misal : meja terkokoh)
·         Dimana tempat PPPK
·         Apa saja benda yang berpotensi memicu kebakaran (kompor, oven listrik, microwave, peralatan listrik)
·         Siapa yang bertanggungjawab membawa terhadap bayi dan anak
·         Membuat rute evakuasi dari dalam rumah ke luar
·         Siapa yang bertanggungjawab membawa tas peralatan penyelamatan gempa (senter, selimut)
Persiapan rutin dalam keluarga terhadap gempa sangatlah penting. Hendaknya tempat dan rute evakuasi dipersiapkan dan dibina oleh warga lingkungan setempat.
1.       Cek kembali rumah dan isi rumah anda !
·         Bagaimana kondisi pondasi, tembok, atap dll. Bila rusak atau rapuh, segeralah ganti dan susun yang baru. Ini demi keselamatan seluruh penghuni rumah anda.
·         Perhatikan mebel di dalam rumah anda. Pastikan mereka berada pada tempat yang aman, agar tidak bahaya dan runtuh kala gempa.
·         Kunci lemari selalu yang berisi barang-barang/pernak-pernik pajangan anda. Agar lebih aman, beri sekat tambahan pada lemari anda, agar barang-barang di dalam lemari tidak berjatuhan dan berhamburan menimpa kepala anda.
·         Sediakan sandal jepit atau sepatu sneaker di dalam rumah. Berguna melindungi kaki anda dari pecahan kaca di lantai.
Banyak korban gempa meninggal diakibatkan karena keruntuhan bangunan tempat tinggal mereka. Banyak korban luka akibat keruntuhan barang pajangan yang berjatuhan menimpa kepala mereka.
1.       Persiapkan tas berisi barang pribadi.
·         Masing-masing anggota keluarga mempersiapkan tas berisi barang pribadi secukupnya.
·         Letakkan di tempat yang mudah dijangkau, agar mudah dibawa kapanpun terjadi gempa.
·         Berat maksimal tas bagi laki-laki 15 kg. Berat maksimal tas bagi perempuan 10 kg.
·         Siapkan pula tas khusus anak/bayi berisi pakaian dan makanan/minuman secukupnya serta selimut.
1.       Mencegah terjadinya kebakaran.
·         Perhatikan peralatan masak anda
o    Gunakan kompor minyak dan kompor gas yang aman dan mudah dimatikan.
o    Secara rutin, cek dan bersihkan seluruh peralatan kompor dan gas. Cek adakah kebocoran pada gas.
o    Pastikan di sekeliling kompor, oven dan microwave tak ada barang-barang yang mudah jatuh dan memicu kebakaran.
o    Perhatikan peralatan listrik anda
§  gunakan circuit breaker yang secara otomatis mati apabila terjadi gempa
1.       Konfirmasi keluarga yang selamat.
Bila memungkinkan, siapkan dari awal sebuah tempat dimana keluarga anda berkumpul pada saat gempa selesai.
1.       Sediakan daftar telp penting
·         Keluarga/kerabat terdekat di luar kota/wilayah anda.
Sebagai antisipasi, bila gempa terjadi di wilayah anda, kerabat anda di wilayah lain dapat menjadi sentral kontak dan informasi bagi seluruh keluarga anda.
·         Pemadam kebakaran
·         Kepolisian


Banyak ragamnya tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi tetapi untuk tips kali ini saya lebih menekankan mengenai “segitiga kehidupan” saat bangunan runtuh kebawah akan menimpa semua benda dibawahnya, kalau kita berlindung dibawah sesuatu, anggap saja sebuah meja…. maka kekuatan benda itu adalah tumpuan kehidupan kita, kalau benda yang menimpa meja tersebut masih mampu ditahan oleh meja itu maka kita akan selamat. Namun apabila meja tersebut tidak kuat menahan maka kita akan hancur remuk dibawahnya, banyak kasus terjadi seperti ini korban meninggal tertimpa reruntuhan.
Apa itu yang disebut “segitiga kehidupan” ? Segitiga kehidupan itu hanyalah sebuah istilah sebagai tempat darurat yang paling aman untuk kita berlindung saat terjadi gempa bumi, ini berdasarkan fakta-fakta, pengalaman  dan analisa dari beberapa orang yang berhasil selamat dari gempa bumi.  Memang rumah/bangunan tahan gempa bisa menyelamatkan orang didalamnya namun apabila kekuatan gempa diatas kemampuan rumah/bangunan anti gempa tersebut cara yang paling strategis adalah mencari segitiga kehidupan terdekat.
Dimana posisi segitiga kehidupan ini? Ada banyak… salah satunya adalah di sisi sebuah benda besar, di pertigaan tembok rumah/bangunan dan lainnya.
Seperti kita ketahui segitiga atau sudut rumah/bangunan kita adalah berisi sebuah tiang/besi yang cukup kuat untuk menahan patahan horizontal, tempat ini sangat strategis untuk berlindung dari runtuhan dinding atau atap. Selain itu segitiga kehidupan bisa kita temui di sisi sebelah obyek, bukan pada bawah obyek… Pada gambar diatas saya gambarkan sisi sebuah lemari yang merupakan tempat strategis untuk berlindung dari runtuhan atap bangunan.
Segitiga kehidupan tidak menjamin kita akan selamat, namun disaat gempa terjadi posisi segitiga kehidupan dapat menyelamatkan nyawa kita walaupun menyisakan sebuah ruang kosong yang cukup sempit, dengan adanya segitiga kehidupan ini kemungkinan perbandingan kita untuk bertahan hidup adalah 70% banding 30%.
Berikut ini adalah 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi Gempa Bumi oleh Doug Copp :
1.        Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2.       Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
3.       Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4.       Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
5.       Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6.       Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!
7.        Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
8.       Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
9.       Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10.    Doug menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
1.     Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.
2.     Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3.     Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4.     Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
5.     Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
6.     Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7.     Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara – cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8.     Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
9.     Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
10.  Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
11.  Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
12.  Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
13.  Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
Besarnya intensitas terjadinya bencana alam gempa bumi di Indonesia sekarang ini, mau tidak mau membuat kita harus waspada, terutama soal rumah tempat tinggal kita. Kami harap sebuah panduan yang di dapatkan dari poster sosialisasi oleh sebuah yayasan pada waktu rekonstruksi pemukiman pasca gempa di Bantul tahun 2006 bisa berguna. Poster ini dimaksudkan agar dalam membangun sebuah rumah tinggal masyarakat memperhatikan konstruksi bangunan agar kuat sehingga meminimalisir dampak yang terjadi apabila terjadi gempa bumi


Perkataan bumi yang padat dan tenang sebenarnya salah, didalam bumi ada beberapa lempengan dunia yang terus bergerak saling menyeimbangkan satu sama lain. Dalam proses penyeimbangan ini menyebabkan terjadinya pergesekan yang mengakibatkan gempa TEKTONIK. Sedangkah akibat adanya aktifitas tektonik ini akan dapat memicu gunung api aktif bereaksi untuk menyeimbangkan juga yang nantinya akan menyebabkan gempa VULKANIK.

Bisa kalian lihat sendiri garis yang berwarna kuning ini adalah lempengan dunia yang terus bergerak dan bergesekan untuk mencari keseimbangan dan tanpa disengaja lempengan ini tepat berada di wilayah Indonesia dan sebagian Jepang. Maka dari itu yang sering mengalami gempa dan tsunami sebenarnya adalah Indonesia dan Jepang inilah awal mula teorinya mengapa sering terjadi gempa di Indonesia.
Disini lebih jelas lagi dimana kalian bisa melihat dengan jelas letak lempengan dan gunung api aktif yang berada diwilayah sekitar lempengan, memang harus diakui bahwa Indonesia adalah daerah rawan gempa tektonik dan vulkanik, sayangnya tidak ada alat prediksi yang sangat akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi, tentunya di sepanjang lempengan itu adalah daerah yang rawan gempa.
Lalu mengapa terjadi tsunami dan kadang tidak terjadi tsunami? tsunami yang kita kenal dengan sebutan lain “pembunuh yang sangat diam / Silent killer” karena memang gejala awalnya sangat kecil. Tsunami terjadi apabila terjadi pergesekan lempengan didasar laut yang dapat memicunya. Misalnya: Terjadi patahan akibat penyeimbangan lempeng maka gejala awal yang terjadi adalah gempa tektonik, terkadang akibat penyeimbangan ini salah satu lempeng akan masuk dan salah satu lempeng akan keluar ke permukaan sehingga menyebabkan air akan mencari keseimbangan juga, perlu di ketahui zat cair seperti air akan selalu mencari tempat terendah dan menyesuaikan dataran permukaannya karena di pengaruhi oleh medan grafitasi bumi. Contoh mudahnya masukkan tangan kalian ke dalam bak mandi lalu hentakkan tangan kalian ke atas maka air akan beriak bergerak mencari keseimbangan, dalam hal ini gelombang dalam skala besar ini yang disebut sebagai tsunami.

Bagaimana mengidentifikasi akan terjadi tsunami? ada beberapa cara yaitu:
·         Lihat posisi gempa, jika terjadi dipermukaan laut maka akan lebih berisiko terjadi tsunami.
·         Lihat kekuatan gempa semakin besar maka kemungkinan terjadi tsunami pun akan semakin besar, Namun ini tidak mutlak.
·         Terjadinya surut air laut yang mendadak setelah gempa.
·         Hewan bertingkah aneh, sebenarnya ini belum terbukti namun banyak yang mengemukakan perihal teori ini.
Bagaimana menyelamatkan diri waktu terjadi tsunami? ada baiknya setelah gempa terjadi segeralah menuju ke daerah yang lebih tinggi misalnya perbukitan atau gunung terdekat ini untuk mewaspadai terjadinya tsunami, apabila dalam 1-6 jam tidak terjadi tsunami maka boleh kembali ke tempat masing-masing.
Bagaimana mengatasi kerugian material akibat gempa ini? Seperti kita ketahui gempa selalu (walaupun tidak mutlak) memakan korban jiwa dan material. Untuk mengatasi kerugian material sebenarnya kita bisa membangun rumah anti gempa, Mahal? tentu saja harganya beda dari rumah biasa. Rumah kayu adalah salah satu bangunan yang terbukti paling kuat dan tahan terhadap gempa. Alasannya karena rumah kayu memiliki fondasi yang bisa mengikuti pergerakan tanah. Sebenarnya rumah tembok pun bisa, di Jepang sendiri struktur rumah dan bangunan mereka dibuat agar tahan gempa karena mereka sadar daerah Jepang rawan gempa. Tentunya Indonesia perlu belajar ke Jepang jika ingin mengurangi kerugian material akibat gempa.



Contoh hal-hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Korban Gempa
Banyak hal yg sebenarnya dapat kita lakukan untuk ikut membantu korban gempa diantara nya:
1.dengan mendirikan posko bantuan misalnya,
Di kantor pemerintahan ditiap camat dan kelurahan.
Di sekolahan,kampus,maupun di jalan raya.
2.menjadi relawan,baik yg terorganisir mau pun perorangan dgn ber koordinasi dgn aparat keamanan. 
3.perusahaan atau perkantoran swasta,misalnya kontraktor dapat memberikan / meminjamkan peralatan yg di butuhkan untuk membantu dalam mengevakuasi korban.





Daftar gempa Bumi besar (di atas skala Richter 5) di Indonesia (diurutkan menurut tanggal paling lama):
Tanggal
Kekuatan
Episentrum
Area
Tewas
Keterangan
8.8-9.2 Mw
Sumatera
Gempa disebabkan pecahnya segmen Palung Sumatera sepanjang 1000 km di tenggara area yang mengalami hal yang sama pada gempa 26 Desember 2004. Gempa kemudian memicu terjadinya tsunami yang menerjang pesisir barat Sumatera dengan wilayah terdekat dari pusat gempa adalah Pariaman hingga Bengkulu. Tsunami juga menyebabkan kerusakan parah di Maladewa dan Sri Langka. Selain itu, tsunami juga mencapai Australia bagian utara, Teluk Benggala, danThailand meskipun dalam intensitas kecil. Bencana ini tidak terdokumentasi dengan baik sehingga tidak diketahui dengan pasti dampak dan korbannya.
7.8
3.280
8.5
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Laut Banda 1938
Memicu Tsunami yang menerjang Pulau Banda dan Pulau Kai[2]
7.8
392
7.1
9.000
8.0
2.200
7.5
2.100
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Flores 1992
7.2
200
6.5
54
7.3
>100
7.3
26
9.3
131.028 tewas dan sekitar 37.000 orang hilang
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Samudera Hindia 2004
8.2
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Sumatera 2005
5.9
6.234
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Yogyakarta 2006
7.7
>400
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Jawa 2006
6.0
6.4 Mw, 6.3 Mw
>60
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Sumatera Barat 2007
7.7
10
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Bengkulu 2007
6.7
>3
7.7
4
7.2
2
7.3
>87
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Jawa Barat 2009
7.6 Mw
1.115[3]
 Informasi lanjutan: Gempa Bumi Sumatera Barat 2009
135.299 rumah rusak berat, 65.306 rumah rusak sedang, & 78.591 rumah rusak ringan[3]
1 Oktober 2009
6.6 Mw
2
9 November 2009
6.7
1
80 orang luka & 282 rumah rusak berat.[4]
25 Oktober 2010
7.7
408 orang tewas














Gempa bumi dan tsunami Sendai 2011

Gempa Bumi dan tsunami Sendai 2011
Peta memperlihatkan dampak gempa
Tanggal
14:46:23, 11 Maret 2011 (UTC+9)
Lama:
5 menit [1]
Kekuatan
9,0  MW[2][3]
Kedalaman:
244 km (152 mil)
Episentrum:
Jenis:
Negara yang terkena
Jepang (utama)
Berbagai negara (tsunami)
Kerugian:
Banjir, tanah longsor, kebakaran, kerusakan bangunan dan infrastruktur, bencana nuklir
Tsunami:
Ya lebih dari 10 meter
Tanah longsor:
Ya
Gempa susulan:
1235 (63 di atas 6,0 MW)
Korban:
15.269 tewas, 5.363 luka dan 8.526 hilang[4]

Gempa Bumi dan tsunami Sendai 2011 (東北地方太平洋沖地震 Tōhoku Chihō Taiheiyō-oki Jishin, secara harfiah "Gempa Bumi lepas pantai Samudra Pasifik wilayah Tōhoku") adalah sebuah gempa Bumi dorongan kuat berkekuatan 9,0 yang mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 m(33 kaki). Gempa ini berkekuatan 7 berdasarkan skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang. Laporan awal menyatakan kekuatan sebesar 7,9, sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4, dan akhirnya 9,0. Fokus gempa Bumi dilaporkan berada di lepas pantai Semenanjung Oshika, pantai timur Tōhoku pada 11 Maret 2011, pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 244 kilometer(152 mil). Laporan Japanese National Police Agency (JNPA) menyatakan bahwa 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur, meski dikhawatirkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.
Kekuatan 9,0 menjadikan gempa ini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Jepang sepanjang sejarah dan satu dari empat gempa terbesar di dunia sejak pencatatan gempa modern dimulai. Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar yang mengguncang Jepang dalam 1.200 tahun terakhir.






















Gambar Gempa Bumi Di Indonesia



·          
 




Secara geografis, kepulauan Indonesia berada di antara 6
LU dan 11 LS serta di antara 95 BT dan141 BT dan terletak pada perbenturan tiga lempeng kerak bumi yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng India Australia.
Ditinjau secara geologis, kepulauan Indonesia berada pada pertemuan 2 jalur gempa utama, yaitu jalur gempa Sirkum Pasifik dan jalur gempa Alpide Transasiatic.
Karena itu,kepulauan Indonesia berada pada daerah yang mempunyai aktivitas gempa bumi cukup tinggi.Pada beberapa tahun terakhir ini bencana alam akibat gempa bumi makin sering terjadi di Indonesia.Tidak bisa dilupakan gempa bumi di Laut Flores 12 Desember 1992 (Ms=7,5),
Lampung 16 Februari1994 (Ms=7,2),
Banyuwangi 3 Juni 1994, Bengkulu 4 Juni 2000, Pulau Alor 24 Oktober – 15 Nopember 2004 (Ms=7,3),
Nabire 6 Pebruari 2004 (Ms=6,9) dan 26 Nopember 2004 (Ms=6,4) yang menimbulkankorban jiwa dan kerugian harta penduduk yang cukup besar. Gempa terakhir yang sempat tercatat terjadi pada 26 Desember 2004 dengan pusat gempa di lepas pantai barat Provinsi Nangroe AcehDarussalam (Ms=8,9). Gempa tersebut telah memicu gelombang Tsunami yang dampaknya terasa di 11negara Asia dengan jumlah korban diperkirakan tidak kurang dari 80.000 jiwa.

PETA TEKTONIK KEPULAUAN INDONESIA
Gambar 1. Peta tektonik kepulauan Indonesia, tampak zona subduksi dan sesar aktif 
Penyebab utama bencana dan kerusakan terhadap lingkungan hidup adalah gaya inersia yangditimbulkan oleh goncangan gempa dan berakibat merobohkan bangunan-bangunan yang tidak didesaintahan gempa. Sementara penyebab ikutan gempa berupa:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar